Showing posts with label dari facebook. Show all posts
Showing posts with label dari facebook. Show all posts

regrets


Ada banyak kata yang slalu disesali karena tak diucapkan, itu versi aizawa sensei dlm code blue, maka versi lainku penyesalan tak selalu karena tak mengatakan sesuatu, bahkan karena mengatakannya, rasa sesal justru lebih menyeruak dan membumbung..
kemudian ia hanya akan jadi gelembung pudar jika tanpa pemetikan makna.. apapun, entah dipendam atau diucapkan.. semua berpeluang menyisakan sesal.
dan kemudian sebuah sesal hanya akan menggerus waktu dan tak menyisakan apapun kecuali kesiasiaan

Dragostea Din Tei

Sedih.. mungkin itu kata yang pantas untuk mengungkapkan apa yang kurasa sekarang.
Tadi siang mendapatkan sms dari seorang teman, mengatakan bahwa tere liye akan dateng ke jogja, tepatnya di Mu'alimin. hiks.. huhu.. tiketnya paling lambat dipesan hari ini katanya. 

Tapi... apa mau dikata, waktu udah menjelang sore, yg pengen dituju juga nun jauh di bawah. Maklum, aku kan kuliah di gunung, kaliurang gitu.. hehe. jadi ya kalau mau ke bawah mikir2 dulu gituh.
Walhasil.. GAGAL!! nggak jadi liat om tere.
tapi.. akhirnya itu biasa aja. namanya juga ngefans sekadar ngefans, nggak gila-gilaan, jadi misal nggak ketemu pun nggak sedih bombay lebay.

Oke, lalu apa hubungannya dengan video yang aku upload di postingan ini?
singkat aja, aku menemukan liriknya di facebook om tere.

Advice to Muslims in Ramadhan


Taken from : Notes of The Ideal Muslimah (group in facebook)

From the book "Khulaasatul Kalaam" by Shaykh Jaarullah.


1. Fast Ramadhan with belief and truly seeking the reward of Allah the Most High so that He may forgive you your past sins.

2. Beware of breaking your fast during the days of Ramadhan without a valid Islamic excuse, for it is from the greatest of sins.

3. Pray Salat ut-Taraweeh and the night prayer during the nights of Ramadhan - especially on Layatul-Qadr -

Obey Allah and what happens happens.

The little girl came back home from school, and after she arrived home her mom noticed that she was sad.
So she asked her about the reason.

The girl said: Mother, my teacher threatened me kick me out the school if I come to school wearing those long cloths that I wear.
The mother said: But those are the clothes Allah wants us to wear dear.
The daughter said: yes mother.. but the teacher doesn’t want that.
The mother said: well, the teacher doesn’t want but Allah wants.. who do you obey?
Do you obey Allah that caused your appearance in this world and gave you all those gifts in life?
The girl said: Obey Allah.
The mother said: you are right dear.

Apa Kabarmu Wahai Diriku?

Orang cerdas itu adalah orang yang menghitung dirinya untuk sesuatu yang ada setelah mati. (H.R. Tirmidzi). 

Apa kabarmu wahai diriku? Rasanya sudah lama aku tidak menyapamu, menyetop langkahmu untuk sekedar bertanya dan mengingatkan batas-batas perjalanan hidupmu. Maka disini, saat ini, aku ingin bertanya padamu tentang banyak hal, karena perasaanku yang mulai terusik dengan hal-hal yang tidak patut untuk kamu lakukan. 

Wahai diriku, aku melihat sekarang kamu berubah, kamu memang tidak meninggalkan shalat, tapi shalat yang kamu kerjakan tidak memberi efek dan makna bagimu, terlalu banyak problem yang menggelayut dalam pikiranmu.

Hafalan Alquran Dapat Mencegah Berbagai Penyakit


Oleh Abduldaem Al-Kaheel
Sebuah kajian baru membuktikan bahwa semakin banyak hafalan seseorang terhadap Al-Qur’an Al-Karim, maka semakin baik pula kesehatan. Dr. Shalih bin Ibrahim Ash-Shani’, guru besar psikologi di Universitas Al-Imam bin Saud Al-Islamiyyah, Riyadh, meneliti dua kelompok responden, yaitu mahasiswa/i Universitas King Abdul Abdul Aziz yang jumlahnya 170 responden, dan kelompok mahasis Al-Imam Asy-Syathibi yang juga berjumlah 170 responden.

Peneliti mendefinisikan kesehatan psikologis sebagai kondisi dimana terjadi keselarasan psikis individu dari tiga faktor utama: agama, spiritual, sosiologis, dan jasmani. Untuk mengukurnya, peneliti menggunakan parameter kesehatan psikis –nya Sulaiman Duwairiat, yang terdiri dari 60 unit.

15 Alasan Rindu Ramadhan

Menjelang Ramadhan, inbox facebookku mendapat dua pesan baru dari grup yang aku ikuti, PECINTA RAMADHAN, karena terlalu panjang sehingga dibuat 2 kali pengiriman. Pengirimnya atas nama Mokhammad Kusnan.
Berikut pesannya, semoga bermanfaat!!
Seperti seorang kekasih, selalu diharap-harap kedatangannya. Rasanya tak ingin berpisah sekalipun cuma sedetik. Begitulah Ramadhan seperti digambarkan sebuah hadits yang diriwayatkan Ibnu Khuzaimah, "Andaikan tiap hamba mengetahui apa yang ada dalam Ramadhan, maka ia bakal berharap satu tahun itu puasa terus."

Sesungguhnya, ada apanya di dalam Ramadhan itu, ikutilah berikut ini:

MUST READ until Finish!!! >> Jawaban Tentang Pernyataan MFb Bukan Buatan Pakistan (Kupertahankan account MFbku!)

(Di atas tertulis tanggal 11 Juni, tapi aku menyelesaikan artikel ini setelah tanggal 13 Juni 2010)

Masih soal Millatfacebook yang ternyata (katanya) buatan USA juga. Boleh kan membahas yang ini lagi?
Mungkin ini bisa jadi bahan pertimbangan untuk yang kesekian kalinya.
Postingan ini juga merupakan jawaban untuk postinganku sebelumnya, mengenai "Benarkah MFb buatan Pemuda Muslim Pakistan?". Karena, jujur, aku jadi merasa bersalah sendiri. Aku merasa munafik telah melakukan ini itu. Aku mengatakan MFb seperti itu, padahal aku pun masih agak kurang rela meninggalkan Fb, astaghfirullah...

Nah, ini kisahnya, saat aku membuka account facebookku, tepatnya di Beranda/Home aku membaca status teman-temanku di sana, kemudian mataku menangkap sebuah status yang membuatku lagi-lagi berpikir ulang dan kemudian mengcopynya di blog ini. Siapa tahu kalian semua juga berminat membacanya.


Ada yg perlu diluruskan. Alamat Hosting dri MillatFB mrpakan hosting yg brda di USA. Dlihat dri IPnya mmng benar adanya demikian. Namun bkn brrti ini milik USA.Krn Hosting itu sifatnya brda d'suatu negara,enth dmnpun itu. Hosting yg canggih dan dpt d'akses k'internasional,kbnyakan dr USA. Bsa jdi MFB msih join di Hosting USA sblm mrka beli hosting sendiri di Pakistan.So jgn mnyimplkan dlu kalo MFB itu milik Amerika :D

Tiga Belas Penawar Racun Kemaksiatan

Tulisan ini saya dapatkan dari Beranda (home) di account facebook saya, ini adalah tautan dari salah seorang teman (Al farisi).
Sumbernya bisa dicek di sini

Berikut ini ada beberapa terapi mujarab untuk menawar racun kemaksiatan :

1. Anggaplah besar dosamu
Abdullah bin Mas'ud radhiallahu anhu berkata, ''Orang beriman melihat dosa-dosanya seolah-olah ia duduk di bawah gunung, ia takut gunung tersebut menimpanya. Sementara orang yang fajir (suka berbuat dosa) dosanya seperti lalat yang lewat di atas hidungnya.''

Mengapa Yahudi PINTAR ??? (Muhasabah untuk kita semua)

Artikel DR Stephen Carr Leon patut menjadi renungan bersama. Stephen menulis dari pengamatan langsung. Setelah berada tiga tahun di Israel karena menjalani housemanship di beberapa rumah sakit disana. Dirinya melihat ada beberapa hal yang menarik yang dapat ditarik sebagai bahan tesisnya, yaitu, "Mengapa Yahudi Pintar?"

Ketika tahun kedua, akhir bulan Desember 1980, Stephen sedang menghitung hari untuk pulang ke California , terlintas dibenaknya, apa sebabnya Yahudi begitu pintar? Kenapa Tuhan memberi kelebihan kepada mereka? Apakah ini suatu kebetulan? Atau hasil usaha sendiri?

Surat dari Gaza untuk Umat Islam di Indonesia (WAJIB BACA)

Lagi-lagi lewat facebook (tepatnya di inbox dari Grup yang saya ikuti) saya menemukan artikel baru. Mungkin kurang pas dibilang artikel, ini adalah sepucuk surat dari seorang warga Gaza untuk kita, warga Indonesia.
Kalau ditanya isinya, saya akan menjawab 'Subhanallah... truly hit home!' Mengena sekali. Otak saya jadi seperti terinstal program baru.

Oke, sebaiknya kalian segera membacanya. Karena ini WAJIB DIBACA!!!!

Untuk saudaraku di Indonesia,

Jam Karet ala Indonesia

Siapa yang tak kenal jam karet? Hampir semua orang memakainya, walau tak sedikit juga yang 'ogah'. Oke, langsung saja ya. Berikut ini ada artikel yang sebenarnya pertama kali saya dapatkan di inbox facebook saya. Tapi kemudian saya kutipkan dari sumbernya langsung saja. Hidayatullah.com.

Bersegeralah, Jangan Menunda!

Jangan sekali-kali mengulur-ulur waktu, karena ia merupakan tentara iblis yang paling besar

Hidayatullah.com—Sudah menjadi rahasia umum dalam masalah waktu, masyarakat kita dikenal suka menggunakan sistem “jam karet”. Layaknya sebuah karet, ia akan bisa kita ulur sekehendak kita. Begitu pula halnya dengan jam karet, tidak ada prinsip tepat waktu di dalam penerapannya. Ia selalu molor, molor, dan molor. Sebagai contoh, ketika kita hendak mengadakan rapat ataupun kegiatan sejenisnya yang berkaitan dengan ketepatan waktu, maka setiap kali itu pula pemunduran jadwal dari waktu yang telah disepakati, senantiasa terjadi.

Yahudi Bukan Israel??

Untuk ke sekian kalinya saya mendapat sebuah artikel baru dari jejaring sosial facebook. kali ini dalam bentuk tag foto oleh salah satu teman saya, Sakir Akhi.
Sengaja saya kutipkan keterangannya saja.
Untuk mengetahui lebih jauh sumbernya bisa klik di sini.
Semoga bermanfaat.


Sungguh sangat memprihatinkan, banyak di antara kaum muslimin
... sering tidak sadar dan lepas kontrol ketika berbicara. Tidak hanya terjadi pada orang awam, bisa kita katakan juga terjadi pada sebagian besar pelajar atau bahkan mereka yang merasa memiliki banyak tsaqafah islamiyah.

Choosing to Wear the Muslim Headscarf

Ada artikel menarik yang aku dapatkan dari sebuah tautan di facebook. Sumbernya www.oprah.com.
Artikel panjang itu mengisahkan cerita seorang ibu yang putrinya, Aliya ingin (bahkan sudah) memakai jilbab sementara sang ibu yang American tidak, ternyata ayah Aliya adalah seorang Libyan muslim, bernama Ismail.
Mau tahu lebih lanjut? Klik disini

I am a Muslim Woman... (muslimah)



I am a Muslim woman
Feel free to ask me why
When I walk
I walk with dignity

nothing special

saya sungguh merasa terhempas
saya jatuh di dasar jurang yang dalam
amat sangat dalam
bahkan untuk sekadar berteriak minta tolong saya tak bisa

saya seakan menyerah
saya hampir hampir putus asa
saya kehilangan semangat
sama sekali

Nafisah Ahmad Zen Shahab, Ibu yang Sepuluh Anaknya Jadi Dokter (subhanallah)

Nafisah Ahmad Shahab barangkali bisa disebut sebagai supermom. Di antara 12 anak hasil pernikahannya dengan almarhum Alwi Idrus Shahab, sepuluh orang menjadi dokter. Di antara sepuluh dokter itu, tujuh orang bertitel spesialis.

Spesialisasi tujuh anak Nafisah itu pun tidak ecek-ecek. Si sulung, Dr dr Idrus Alwi SpPD KKV FECS FACC, meraih spesialisasi di bidang kardiovaskular. Anak pertama itu juga menjadi satu-satunya yang meraih gelar doktor di antara sepuluh dokter bersaudara itu. Kemudian, drg Farida Alwi menekuni bidang spesialisasi gigi; dr Shahabiyah MMR menjadi Dirut RSU Islam Harapan Anda di Tegal; dr Muhammad Syafiq SpPD, spesialis penyakit dalam; dr Suraiyah SpA (spesialisasi anak); dr Nouval Shahab SpU, spesialis urologi dan sedang menempuh pendidikan untuk gelar PhD di Jepang; dan dr Isa An Nagib SpOT mengambil bidang spesialisasi ortopedi.

Pengakuan

Pengakuan & pesan para ikhwan untuk para akhwat :
  1. Kami sulit menahan pandangan mata ketika sedang melihat kalian para akhwat, apalagi jika kalian diamanahkan Allah kecantikan dan postur tubuh yang ideal, kami semakin susah untuk menolak agar tidak melihat kalian, karena itu lebarkanlah pakaian kalian, dan tutupilah rambut hingga ke dada kalian dengan kerudung yang membentang.
  2. Kami juga sulit menahan pendengaran kami ketika berbicara dengan kalian para akhwat, apalagi jika kalian diamanahkan Allah suara yang merdu dengan irama yang mendayu, karena itu tegaskanlah suara kalian, dan berbicaralah seperlunya kepada kami.
  3. Kami juga sulit menahan bayangan-bayangan hati akan kalian para akhwat, ketika kami merasa kalian dapat menjadi tempat untuk mencurahkan isi hati kami, waktu luang kami akan sering terisi oleh bayangan-bayangan kalian, karena itu janganlah kalian membiarkan kami menjadi curahan hati bagi kalian.
  4. Kami juga inginnya terus dekat dengan kalian para akhwat, tapi maaf bukan karena apa-apa tapi lebih karena dorongan yang itu, kata dokter sih ini ada hubungannya dengan libido kami, makanya kami akan selalu mencari cara agar bisa untuk terus dekat dengan kalian, apakah itu lewat Telepon, sms, chatting, bertemu muka, apalagi kalo kalian mau jadi pacar kami, minimal kami bisa pegangan tangan dengan kalian, karena itu pertama nasihatilah kami akan azab Allah dan setelahnya jangan pernah memberi dan membalas bentuk perhatian kami.

Pengakuan & pesan para akhwat untuk para ikhwan:
  1. Kami itu senang jika diperhatikan, apalagi jika kalian adalah ikhwan yang dewasa, atau ikhwan yang alim, atau ikhwan yang cool, padahal kami belum mampu berhijab secara baik, karena itu tundukkanlah pandangan kalian dengan makna yang sebenarnya, dan janganlah kalian ikuti pandangan pertama dengan pandangan berikutnya.
  2. Kami juga senang mendengar kalian berbicara dengan dan tentang kami, rasanya jadi gimana gitu, karena itu cukupkanlah pembicaraan kalian jika kalian mulai memberi pujian kepada kami meskipun itu hanya sebuah pujian kecil.
  3. Kami juga sulit menahan bayangan-bayangan hati akan kalian para ikhwan, ketika kami merasa para kalian dapat menjadi tempat untuk mencurahkan isi hati kami, waktu luang kami akan sering terisi oleh bayang-bayang kalian, karena itu janganlah kalian membiarkan kami mencurahkan isi hati kami kepada kalian.
  4. Kami juga inginnya terus dekat dengan kalian para ikhwan, tapi maaf..bukan karena apa-apa tapi lebih karena perhatian yang kalian berikan kepada kami, meskipun sesungguhnya kami sangat malu akan hal ini, terkadang kami pun terlepas kata dan laku, yang malah menjadikan kami dan kalian semakin tak mengenal batas, karena itu pertama nasihatilah kami akan azab Allah dan setelahnya jangan pernah memberi dan membalas bentuk perhatian kami.
Notes :
Untuk ke sekian kalinya, saya mendapatkan artikel ini dari facebook.
Alhamdulillah, peroleh manfaat lagi dari jejaring sosial itu,
Ini saya ambil tepatnya dari catatan Ukhty Dini Putri Dinanti,
kebetulan saya ditandai di catatan itu,
maka dari itu, saya ingin membaginya kepada pembaca semua,
Semoga Bermanfaat... :)

^Selamat Membaca^

Kisah Nyata Ibrahim Naseer dari Bahrain

Nabi sallallahu `alayhi wa sallam bersabda," Ada dua nikmat di mana banyak manusia terpedaya di dalamnya, yaitu sehat dan waktu luang. " [Shahih Bukhari, Kitab 81, Bab 1, Hadits No 6.412, hal 1232.]

Ini adalah kisah nyata yang disertai dengan gambar.

Jika Allah memberi Anda hidayah, ini dapat mengubah hidup, cara berpikir, dan tujuan utama dalam hidup Anda.

Ini adalah cerita tentang seseorang dari Bahrain bernama Ibrahim Nasser. Dia telah lumpuh total sejak lahir dan hanya dapat menggerakkan kepala dan jarinya. Bahkan bernapasnya dilakukan dengan alat bantu.



Pemuda ini sangat ingin bertemu syekh Nabeel Al-Awdi. Maka, ayah Ibrahim pun menghubungi syekh lewat telepon untuk mengatur kunjungan ke Ibrahim.



Ini syekh Nabeel tiba di bandara.

Ibrahim sangat senang melihat syekh Nabeel membuka pintu kamarnya. Kita hanya bisa melihat kebahagiaan dari ekspresi wajahnya karena ia tidak dapat berbicara.



Saat syekh Nabeel memasuki kamar.



Dan ini adalah ekspresi Ibrahim ketika bertemu dengan syekh Nabeel.

Perhatikan alat pernapasan di leher Ibrahim... Ia bahkan tidak mampu bernapas dengan normal.



Dan sebuah ciuman di kepala untuk Ibrahim.



Ibrahim dengan ayahnya, pamannya, dan syekh Nabeel.

Lalu syekh Nabeel dan Ibrahim mulai berbicara tentang Dakwah di internet dan perjuangannya yang diperlukan.
Mereka juga saling bertukar cerita.



Dan selama percakapan mereka itu, syekh Ibrahim Nabeel melontarkan pertanyaan. Sebuah pertanyaan yang membuat Ibrahim menangis... dan air mata bergulir di pipi Ibrahim.



Ibrahim tidak bisa menahan tangisnya ketika ia ingat beberapa kenangan masa lalunya yang menyakitkan.



Ini adalah ketika syekh Nabeel menyeka air mata dari wajah Ibrahim.



Apakah Anda tahu pertanyaan apa yang membuat Ibrahim menangis?


Syekh itu bertanya: Oh Ibrahim .. jika Allah telah memberi kesehatan kepadamu ... apa yang akan kamu lakukan?


Dan dengan demikian Ibrahim menangis tersedu-sedu, dan ia membuat syekh, ayahnya, pamannya dan semua orang di ruangan menangis .. bahkan pria yang memegang kamera pun menangis juga.

Dan jawabannya adalah: "Demi Allah saya akan melaksanakan shalat di masjid dengan sukacita .. Saya akan menggunakan nikmat kesehatan saya dalam segala sesuatu yang akan menyenangkan Allah SWT."


Saudara – saudariku, Allah telah menganugerahi kita dengan kelincahan dan kesehatan.

Tapi kita tidak melaksanakan (mendirikan) ibadah shalat kita di masjid! Dan kita duduk berjam-jam di depan komputer atau TV!


"Sungguh, pada yang demikian itu pasti terdapat peringatan bagi orang-orang yang mempunyai hati atau yang menggunakan pendengarannya, sedang dia menyaksikannya.” (QS. Qaf: 37).


from Voa-islam.com

http://greeneers.multiply.com/journal/item/1602/Kisah_Nyata_Ibrahim_Nasser_dari_Bahrain