Showing posts with label islam indah. Show all posts
Showing posts with label islam indah. Show all posts

I choose it!

Istiqomah itu susah.
Istiqomah itu bukan perkara mudah. 
Ketika kita dihadapkan pada pilihan2 untuk memutuskan, kita senantiasa berpikir mana yang lebih menguntungkan. Sejurus kemudian kita mengambil keputusan. Dan pada akhirnya kita harus bertahan pada keputusan itu. Karena setiap yang kita pilih mengandung konsekuensi, maka semaksimal mungkin kita meminimalisasikannya.
Berhijab itu wajib. everyone knows, but not everyone does it. 
Berhijab itu butuh keistiqomahan, dengan segala konsekuensi dari pemakaian hijab itu sendiri. Dan kita juga musti paham tentang hijab tak sekadar memakainya dan SUDAH. Ia ada aturan-aturannya. Dan ketika kita telah memilihnya kita harus memenuhi aturan-aturannya. 

menengok amal

Kadang-kadang aku berpikir, ada tidak ya kesempatan sekaliii saja untuk melihat amalan kita? untuk sekadar bertanya pada malaikat penjaga kanan kiri kita, Raqib ‘Atid seberapa banyak amal baik dan buruk kita? agar kita bisa setidaknya mempersiapkan kira-kira kita bisa berbuat baik seberapa lagi untuk memenuhi syarat masuk surga yang tak lain amal baik harus lebih berat?
tapi sejurus kemudian aku berpikir, itulah sunnatullah.. Allah maha baik, Dia mengatur segalanya dengan cara yang HAQ.
jika kita tahu seberapa banyak amal kita, maka kita akan mengatur pergerakan amal kita sendiri. bayangkan ketika kita tahu amalan kita dan ternyata amal baik kita sudah lebih banyak, maka yang terbersit di otak ‘jahat’ kita bisa jadi adalah inilah saatnya menikmati sensasi berbuat maksiyat seperti yang lain. diri kita yang mungkin saja sudah terlalu terbiasa dengan amal baik tiba-tiba terhenyak dan ingin mencicipi rasanya sensasi amal buruk. ini aneh kan?

tentangnya SAW



https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhzPpb0yvT8gSjW_7nCPe_ZkYSX4mbjQdwCQ7NNFdPbBnOaIS2hKmDSkZeMV_aCnLoeJ4TJpQWWU-8mYFZe4DAEsOWjzK7Q86v1epTbvT3NCCYun1rB-cU1Q_Ps_ARtYqkaK0xvuwG828w/s1600/muhammad-saw-3.jpgIalah Rasulullah. Ialah kekasih Allah. Ia yang akhlaknya adalah al quran. Membaca novel biografi karangan Tasaro ini tak pernah sekalipun memberikan jeda untuk tak memahami suatu hal. Runtut dan apik.
Aku sungguh terkesan pada halaman 47 buku kedua tulisan Tasaro tentang Rasulullah SAW : Muhammad, Para Pengeja Hujan. Ada suatu paragraf yang membuatku sedikit banyak menyadari atau lebih tepatnya menguatkan kesadaranku tentang Ia yang menjadi nomor 1 dalam 100 tokoh paling berpengaruh di dunia.

Syukur Dalam Masalah

Hikmah selalu ada di balik masalah, tergantung apakah kita menyadari keberadaannya atau tidak.
Terkadang kita terlalu larut dalam kekalutan hingga hati kita buta dalam mengenali hikmah di balik apa yang tengah
menimpa kita.
Kecewa.
Sedih.
Bahkan marah.
Wajar, tapi tak boleh berlarut-larut. Karena akan menguras waktu, tenaga, pikiran, dan terutama hati.
Ketika sebuah masalah menyapa, hati sudah terlanjur buta, maka yang tersisa dari sebuah masalah hanyalah kelelahan teramat sangat.. Dongkol. dan NOL!

Save Our Heart

Bismillah...
Sesuatu yang kita pandang baik dan kita nyaman melakukannya ternyata tak selamanya baik di mata Allah.. Begitu juga sebaliknya, Allah memandang baik tapi kita yang menganggapnya sebagai kebaikan, atau minimal kita melalaikannya. 
>> QS Al Baqarah : 216.

Adalah penyakit hati, sebuah sindrom alias kumpulan gejala yang sangat membuat penderitanya terkadang tak menyadari dirinya sedang mengidap ini, atau dalam kasus lain si penderita menyadarinya sangat terlambat.
Ketika semuanya telah terasa sangat hambar, biasanya ini puncak dari gejala penyakit hati. Tapi ada beberapa orang yang memiliki gejala puncak yang berbeda-beda, tergantung karakter diri penderitanya. Namun, kehambaran dalam beraktivitas biasanya memang mengidap si penderita. Seakan semuanya tak ada artinya. Orientasi telah beralih kepada sesuatu yang tak seharusnya. 

Amanah?



Tiba-tiba pengen curhat. Habis maen di blog temen, rasanya pengen ikutan numpahin isi pikiran di blog. Ada sensasi tersendiri pokoknya. Berasa sesuatu.. :D
Aku hanya ingin cerita soal amanah. Kadang ia datang di saat yang tak dinyana-nyana, tak diduga-duga, dan tak disangka-sangka.. (sama aja semua).
Tiba-tiba aja ada seseorang meminta kita menjadi ini, lalu lain waktu kita diminta lagi menjadi itu.. dan seterusnya sampai amanah ke sekian, yang tak semuanya berisi permintaan, tapi bisa jadi kitalah yang mengajukan diri, alias ndaftar jadi XXX.
Terus, biasanya yang berbau 'tiba-tiba' itu disertai dengan celotehan atau bahasa halusnya ucapan 'aku belum siaaaaapp!!'
Kalo misalnya dibolehin rasanya aku akan bilang lebih ekstrem lagi, 'aku nggak mau jadi XXX, aku maunya jadi XXX aja deeehh'.Sebenarnya maksudnya sama aja, kita cenderung pengen masuk ke zona nyaman kita.

The Fasting of The Heart

The fasting of the heart is done by emptying it of all evil, all corruption.
It means getting rid, from our hearts, all forms of shirk, bid’ah, false beliefs, evil thoughts, filthy intentions and immoral ideas.
In fact, the fasting heart is only, and only, filled with the love of Allaah and the desire to please Him.

Its intention is pure, for the sake of Allaah, Alone.
It corrects its Aqeedah and rejects all doubts and false forms of worship.
It stays away from greed, envy, enmity and pride.
It stays away from arguments, gossip and gheebah.
It rejects stinginess and extravagance.

It places complete trust in Allaah, full of patience and serenity.
It doesn't hold any grudges, anger or hatred.
It readily forgives anyone and everyone, no matter how much harm or grief they caused it.

It is free of deception, slyness and hypocrisy.


*taken from : http://blog.iloveallaah.com/2012/07/fast-with-your-heart/

Mataa Nashrullah??

Saat itu, aku sedang menempuh minggu ujian. Saat itu.. aku memutuskan suatu hal. Bahwa rezeki, apapun itu bentuknya, entah harta, nilai, apalah.. udah pasti ada yang nentuin dan ngatur dengan cara yang di luar batas kemanusiaan. Meskipun kita tetap diminta (bahkan disuruh) untuk mengusahakannya, atau yang kita sebut sebagai Ikhtiyar, namun pada dasarnya ujung dari semua itu adalah menyerahkannya pada Yang Maha Mengatur bukan?
Saat itu, aku menyadarinya.. menyadari suatu hal dan akhirnya memutuskannya secara tiba-tiba dan tanpa benar-benar membutuhkan pemikiran panjang seperti aku biasa memutuskan sesuatu. 
Kalian tahu, saat kami, anak FK sedang ujian, kami benar-benar merasa seakan fokus kami seperti tak ada yang lainnya. Entah untuk anak FK lainnya gimana. Yang jelas, inilah yang aku dan teman-temanku alami. 
Saat itu, aku sedang memasuki akhir blok respirasi (7 SKS), sekaligus sebagai blok terakhir semester 3. Dan saat itu juga, aku diberi amanah oleh DPPAI untuk menjadi pemandu pesantrenisasi angkatan 2011 (setahun di bawahku). 

S.E.D.I.H

Sedih, harusnya itu kata yang paling tepat diungkapkan ketika bulan penuh berkah itu pergi. Ada guratan kecewa karena sepertinya amalan belum maksimal. Ada tangisan kehilangan, karena kita berada dalam ketidakpastian, apakah masih dipertemukan lagi dengannya besok atau inikah yang terakhir?? Sementara kita merasa sedang menikmati berduaan dengannya. 

Tapi.. waktu tak peduli dengan apa yang kita rasakan. Waktu acuh dengan kesedihan kita. Sebaliknya, ia memberikan gantinya. Ia menyodorkan kebahagiaan. Kebahagiaan yang hampir dirasakan oleh seluruh umat islam yang menjalankan puasa. Idul fitri. Dan.. dengan berakhirnya Ramadhan, hadirlah Syawal di depan mata. 

Adab-adab Berpuasa

Baik, kali ini adalah artikel terakhir untuk persiapan Ramadhan. Langsung saja yaa.. cekidot!
Adab-adab berpuasa..
1. Segera berbuka ketika matahari benar-benar tenggelam, daripada mendahulukan sholat.
2. Berbuka dengan  kurma basah atau kurma kering, jika yang basah tidak ada. Bisa juga dengan air putih. Jika makan gorengan, sebaiknya jangan disertai dengan es, karena bisa menyebabkan lemak dari minyak gorengan menjendal di dalam tubuh kita.
3. Berdoa ketika telah berbuka atau sebelum berbuka. Jumhur ulama menyarankan setelah berbuka, karena insya Allah akan diijabahi.
4. Mengakhirkan sahur dan bersungguh-sungguh dalam sahur. 'Amr bin Ash berkata, "Yang membedakan puasa kita dengan ahli kitab adalah sahurnya."
5. Menjaga lisan dari hal-hal yang tidak bermanfaat, di antaranya: tidak ghibah, tidak namimah, tidak fitnah. Langsung tabayun dan minta maaf jika ada prasangka. Kalau terlanjur ghibah , segera minta maaf dan istighfar. Kalau ghibahnya dengan orang yang sudah wafat, segera minta maaf dengan dengan keluarga yang bersangkutan. 


Note : Itsar (mendahulukan orang lain) dalam ibadah itu tidak ada, yang ada hanya dalam muamalah.. soo.. mari fastabiqul khoirot!


semoga bermanfaat.. 

10 Cara Alumni Teladan Mencapai Ramadhan

Setelah sempat vacum sejenak dari dunia per-blog-an, kini saatnya kembali menyapa kawan-kawan semua dengan persiapan Ramadhan part 2. 
As we know, Ramadhan bukan bulan sembarangan.. ia penuh dengan segalanya, maghfirah, rahmat, bertabur pahala.. dan nuansa yang berbeda tentunya. Makanya, hanya mereka yang merugi yang tak mempersiapkan kedatangan bulan ini, minimal menganggapnya sebagai bulan spesial.
Nah, kali ini aku mencoba mmbagi apa yang kudapat dari tausiyah beberapa waktu lalu. Isinya tentang menjadi alumni teladan Ramadhan, agar ketika Ramadhan udah berlalupun kita dapat menajdi alumni yang lulus dengan predikat teladan dan cumlaude!! Jadi, nggak cuman dianggap debagai angin lalu, kan tadi udah dibilang.. Ramadhan itu bulan spesial.
Sokk.. disimak ya kawan2.. cekidot!

Persiapan Ramadhan (part 1)

Beberapa hari yang lalu, aku mendapatkan tausiyah mengenai persiapan Ramadhan, dan kali ini aku ingin berbagi dengan kalian.. semoga bermanfaat!

10 Indikasi Gagal dalam Ramadhan :

1. Kurang optimalnya melakukan persiapan dengan melakukan ibadah sunnah di bulan Sya'ban
2. Ketika target membaca al Qur'an yang dicanangkan tidak terpenuhi
3. Ketika berpuasa tak menghilangkan seseorang dari penyimpangan mulut
4. Ketika puasa tidak menjadikan pelakunya memelihara dari yang haram
5. Ketika malam-malam Ramadhan tidak ada bedanya dengan malam-malam selain Ramadhan
6. Saat berbuka puasa menjadi saat melahap semua keinginan sejak pagi hingga petang

Advice to Muslims in Ramadhan


Taken from : Notes of The Ideal Muslimah (group in facebook)

From the book "Khulaasatul Kalaam" by Shaykh Jaarullah.


1. Fast Ramadhan with belief and truly seeking the reward of Allah the Most High so that He may forgive you your past sins.

2. Beware of breaking your fast during the days of Ramadhan without a valid Islamic excuse, for it is from the greatest of sins.

3. Pray Salat ut-Taraweeh and the night prayer during the nights of Ramadhan - especially on Layatul-Qadr -

10 Perkara yang Tidak Bermanfaat

Menurut Ibnu Qayyim Al Jauziyah dalam al Fawa'id, ada sepuluh perkara yang tidak bermanfaat, antara lain :
  1. Ilmu yang tidak diamalkan
  2. Amal yang tidak ikhlas 
  3. Harta yang tidak ditujukan untuk akhirat
  4. Hati yang tidak mencintai Allah
  5. Badan yang tidak taat dan tidak mengabdi kepada-Nya

15 Alasan Rindu Ramadhan

Menjelang Ramadhan, inbox facebookku mendapat dua pesan baru dari grup yang aku ikuti, PECINTA RAMADHAN, karena terlalu panjang sehingga dibuat 2 kali pengiriman. Pengirimnya atas nama Mokhammad Kusnan.
Berikut pesannya, semoga bermanfaat!!
Seperti seorang kekasih, selalu diharap-harap kedatangannya. Rasanya tak ingin berpisah sekalipun cuma sedetik. Begitulah Ramadhan seperti digambarkan sebuah hadits yang diriwayatkan Ibnu Khuzaimah, "Andaikan tiap hamba mengetahui apa yang ada dalam Ramadhan, maka ia bakal berharap satu tahun itu puasa terus."

Sesungguhnya, ada apanya di dalam Ramadhan itu, ikutilah berikut ini:

Tiga Belas Penawar Racun Kemaksiatan

Tulisan ini saya dapatkan dari Beranda (home) di account facebook saya, ini adalah tautan dari salah seorang teman (Al farisi).
Sumbernya bisa dicek di sini

Berikut ini ada beberapa terapi mujarab untuk menawar racun kemaksiatan :

1. Anggaplah besar dosamu
Abdullah bin Mas'ud radhiallahu anhu berkata, ''Orang beriman melihat dosa-dosanya seolah-olah ia duduk di bawah gunung, ia takut gunung tersebut menimpanya. Sementara orang yang fajir (suka berbuat dosa) dosanya seperti lalat yang lewat di atas hidungnya.''

Jam Karet ala Indonesia

Siapa yang tak kenal jam karet? Hampir semua orang memakainya, walau tak sedikit juga yang 'ogah'. Oke, langsung saja ya. Berikut ini ada artikel yang sebenarnya pertama kali saya dapatkan di inbox facebook saya. Tapi kemudian saya kutipkan dari sumbernya langsung saja. Hidayatullah.com.

Bersegeralah, Jangan Menunda!

Jangan sekali-kali mengulur-ulur waktu, karena ia merupakan tentara iblis yang paling besar

Hidayatullah.com—Sudah menjadi rahasia umum dalam masalah waktu, masyarakat kita dikenal suka menggunakan sistem “jam karet”. Layaknya sebuah karet, ia akan bisa kita ulur sekehendak kita. Begitu pula halnya dengan jam karet, tidak ada prinsip tepat waktu di dalam penerapannya. Ia selalu molor, molor, dan molor. Sebagai contoh, ketika kita hendak mengadakan rapat ataupun kegiatan sejenisnya yang berkaitan dengan ketepatan waktu, maka setiap kali itu pula pemunduran jadwal dari waktu yang telah disepakati, senantiasa terjadi.

Choosing to Wear the Muslim Headscarf

Ada artikel menarik yang aku dapatkan dari sebuah tautan di facebook. Sumbernya www.oprah.com.
Artikel panjang itu mengisahkan cerita seorang ibu yang putrinya, Aliya ingin (bahkan sudah) memakai jilbab sementara sang ibu yang American tidak, ternyata ayah Aliya adalah seorang Libyan muslim, bernama Ismail.
Mau tahu lebih lanjut? Klik disini

Hukum Menggambar Makhluk Bernyawa

Pada dasarnya para ‘ulama sepakat bahwa hukum menggambar makhluk bernyawa adalah haram. Banyak riwayat yang menuturkan tentang larangan menggambar makhluk bernyawa, baik binatang maupun manusia. Sedangkan hukum menggambar makhluk yang tidak bernyawa, misalnya tetumbuhan dan pepohonan adalah mubah. Berikut ini akan kami ketengahkan riwayat-riwayat yang melarang kaum muslim menggambar makhluk bernyawa.

Jangan Biarkan Amalan Berlalu Sia-Sia

Salah satu tujuan utama dalam beramal adalah mendapat pahala dari Allah ta’alla, lantas bagaimana jika amalan yang sangat diharapkan sebagai tabungan di akhirat ternyata ‘kopong’ alias sia-sia dan tak tertulis sabagai amalan?

Bagaimana mungkin amalan akan diterima tatkala kita tidak mengetahui cara agar amalan bisa diterima dan mendapat ridho dari Allah? Apalagi jika barometer kesuksesan dalam beramal tatkala mendapat pujian belaka. Tak dapat diragukan lagi walaupun lisan ini mengatakan ‘Aku ikhlas’ namun ikhlas tak semudah hanya ucapan saja dan malahan perlu dicek lagi arti keikhlasannya.