Showing posts with label tentang Gaza tentang Palestina. Show all posts
Showing posts with label tentang Gaza tentang Palestina. Show all posts

Surat Sang Mujahidah dari Bumi Palestina Untuk Para Akhawat di Indonesia

Kalau dulu aku post surat dari Gaza untuk umat muslim di Indonesia, kali ini aku (lagi-lagi) mengutip surat dari Palestina dari blog member millatfacebook.com.
Semoga ini menjadi pelajaran bagi kita para muslimah di Indonesia.
Selamat membaca!

(Dititipkan Melalui Relawan KOMAT Palestina, al-Ustadz Muhammad Ikhwan Abdul Jalil, Lc)

Bismillahirrahmanirrahim

Belajar Islam - Surat Sang Mujahidah Dari Bumi Palestina Kepada Para Akhwat Di Indonesia.
Saudari-saudariku para muslimah di Indonesia…
Aku sampaikan salam penghormatanku untuk kalian, salam penghormatan Islam yang agung:
Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wa barakatuh,
Amma ba’du…

Gaza, Milik Kita Juga

Masih terngiang di pikiranku peristiwa penyerbuan kapal Mavi Marmara yang tengah berlayar menuju Gaza membawa bantuan kemanusiaan oleh tentara zionis Israel.

Di antara awak kapal yang diserang tersebut, termasuk di antaranya adalah relawan-relawan dari Indonesia. Mereka merupakan perwakilan dari berbagai organisasi kemanusiaan seperti Mer-C dan KISPA, serta jurnalis dari berbagai media seperti TvOne dan hidayatullah.com. 

9 Juli Hari Menulis untuk Gaza


Seperti biasa, aku  jalan-jalan alias blogwalking ke blognya orang. Salah satu blog yang aku kunjungi adalah muchlisin.blogspot.com.
Di blog itu akau menemukan sebuah artikel menarik, mengenai Gaza, atau lebih tepatnya salah satu bentuk solidaritas untuk Gaza.
Apa itu? Yaitu kita diminta membuat sebuah artikel yang menunjukkan kepedulian kita kepada warga Gaza, Palestine tepatnya besok tanggal 9 Juli 2010. Kita diminta berikrar untuk tak melupakan Gaza melalui artikel yang kita buat itu.
Mm... untuk lebih jelasnya lebih baik kalian langsung baca artikelnya saja deh!
Selamat membaca dan jangan lupa menulis tentang Gaza yaa!!!
HAMASAH!

Bagi Anda para blogger, facebooker, dan pengguna internet lainnya, ada kesempatan untuk membantu Gaza dengan bersama-sama menulis tentang Gaza pada tanggal 9 Juli 2010 nanti. Seruan ini dikeluarkan oleh Bloggers UNITE for Gaza

Surya: “Saya Mungkin Belum Pantas Syahid”

Ini artikel yang ke sekian kalinya tentang mas Surya (boleh manggil 'mas' kan?). Artikel ini memuat pembicaraannya dengan salah satu jurnalis hidayatullah.com lainnya.
Pokoknya tak ada kata tidak kagum pada mas Surya, setiap hal tentang dia saya post di blog ini, apalagi judul artikel ini sungguh sedikit menarik mata saya untuk membacanya.
Sumbernya bisa klik di sini.
Semoga Bermanfaat!

Beberapa jam sampai di Yordania, Surya Fachrizal, satu dari 11 WNI yang ditembak Israel bisa wawancara dengan hidayatullah.com

Hidayatullah.com & Sahabat al-Aqsha—Setelah beberapa hari dirawat di Rumah Sakit Rambam, Haifa, Israel, Ahad (6/6) pukul 11.30 waktu Yordania, seorang dari dua WNI yang cedera saat militer Israel menyerbu kapal Mavi Marmara, Surya Fachrizal akhirnya dideportasi ke Amman, Yordania.

Surya terkena timah panas tentara Israel ini, langsung dilarikan ke Royal Medical Services (King Hussein Medical Center), Amman.

Mengenal Sosok Sang “Surya” [part 2-habis]

Kali ini adalah bagian kedua dari artikel tentang profil Surya Fachrizal, yang tak mungkin mengurangi kekaguman saya terhadapnya. Justru makin menambah keingintahuan saya untuk mengenal lebih jauh sosok sederhananya. Subhanallah... buruan dibaca ya!! :)
Sumber : di sini. (jangan lupa dibuka di tab yang baru ya, biar blog ini tidak tertutup)

Di mata teman-temannya, dia adalah sosok lembut tapi kuat pada prinsip aqidah. Dialah, Surya, yang ditembak Zionis-Israel dalam rombongan Mavi Marmara

Berharap Rumah di Surga

Hidayatullah.com--Sebagai Muslim, Surya Fachrizal Ginting adalah pribadi yang taat. Kemanapun pergi di tasnya selalu terselip al-Qur’an kecil. Asisten redaktur pelaksana Majalah Suara Hidayatullah, Bambang Subagyo bercerita tentangnya.

Mengenal Sosok Sang “Surya” [part 1]

Entah dengan apa saya harus mengungkapkannya, saya memiliki kekaguman yang besar terhadap sosok yang satu ini. Surya Fachrizal Ginting, jurnalis Hidayatullah.com ini kisahnya pertama kali saya baca di Republika online (lewat beranda facebook), kemudian kekaguman itu menjadi lebih besar lagi ketika saya mengetahui betapa karakteristiknya yang khas seorang Surya lewat artikel-artikel lain yang saya baca di situs tempatnya bekerja, hiayatullah.com. Sumber lengkapnya bisa klik di sini.

Bahkan, saya berharap memiliki pasangan hidup pejuang seperti beliau, hmmm... ngarep banget ya?? hehehe

Oke, silakan baca baik-baik artikel di bawah ini, semoga menginspirasi kalian semua...

Di mata teman-temannya, ia adalah sosok lembut tapi kuat pada prinsip aqidah. Dialah, Surya, yang ditembak Zionis-Israel dalam rombongan Mavi Marmara

Hidayatullah.com--Saya agak kaget sepagi itu, Surya (lengkapnya Surya Fachrizal Ginting) sudah datang di kantor. Padahal, waktu itu masih subuh. "Baru datang dari Bogor, Mas," katanya menjawab pertanyaan saya. Dia menggeletak di lantai Masjid Cipinang sambil mengangkat salah satu kakinya di tembok. Mungkin untuk melemaskan otot-ototnya setelah melakukan perjalanan jauh.

Surat dari Gaza untuk Umat Islam di Indonesia (WAJIB BACA)

Lagi-lagi lewat facebook (tepatnya di inbox dari Grup yang saya ikuti) saya menemukan artikel baru. Mungkin kurang pas dibilang artikel, ini adalah sepucuk surat dari seorang warga Gaza untuk kita, warga Indonesia.
Kalau ditanya isinya, saya akan menjawab 'Subhanallah... truly hit home!' Mengena sekali. Otak saya jadi seperti terinstal program baru.

Oke, sebaiknya kalian segera membacanya. Karena ini WAJIB DIBACA!!!!

Untuk saudaraku di Indonesia,

Rachel Corrie, Siapakah Dia?

Akhirnya saya menemukan artikel di Republika online mengenai tokoh yang baru-baru ini menginspirasi saya. Dialah Rachel Corrie. yang sejak kecil telah memiliki jiwa sosial yang sangat luar biasa tinggi. Bahkan ia berpidato menyuarakan keprihatinannya di depan publik saat ia masih kecil, sekitar umur SD. Subhanallah, ia yang non muslim saja memiliki kepedulian yang luar biasa besar, bagaimana dengan kita yang sesama muslim melihat kejadian di Palestina sana? Terketukkah kita seperti Corrie saat ia rela mengorbankan nyawanya demi membela sebuah keluarga di Palestina yang rumahnya akan digusur buldozer negara Israel?
READ THIS!!!

Sedih dan Bahagianya Ferry Nur Menyaksikan Palestina

Kali ini saya mengutip artikel (lagi) dari Republika online tentang Ustadz Ferry Nur, ketua KISPA. Beliau pernah berkunjung ke Gaza. Dan berikut adalah kesan mengenai beliau saat menyaksikan Palestina. sedih dan Bahagia.
Dan alasan saya mengambil artikel ini tetap sama, inspiratif, dan insya Allah artikel ini informatif buat semuanya.
Selamat Membaca!

Sedih dan Bahagianya Ferry Nur Menyaksikan Palestina
Ustadz Ferry Nur

Syahid, Cita-cita Tertinggi Surya Fachrizal

Untuk kedua kalinya saya mengutip tentang relawan Indonesia yang ikut dalam kapal mavi marmara. Dan saya lagi-lagi mendapatkan cuplikan profil mereka di Republika online.
Mengapa saya begitu tertarik mengambil artikel itu dan ikut mem-postnya di blog saya?
Alasannya cuma satu, mereka menginspirasi saya. Bagaimana tidak? Seorang relawan pasti memiliki nilai plus dibandingkan orang lain. Hal inilah yang membuat saya juga ingiiiin sekali menjadi bagian dari mereka. Namun, masih banyak yang perlu saya persiapkan, di antaranya adalah kesiapan memahami cara berpikir seorang relawan.
Check this out!


Syahid, Cita-cita Tertinggi Surya Fachrizal
Surya Fachrizal

Santi: Gaza Hanya Butuh Allah

31 Mei 2010, terjadi peristiwa yang tak mungkin lekang di ingatan kami umat muslim. Bagaimana tidak, pasukan AL negara Israel dengan -pede-nya menyerang kapal yang membawa bantuan kemanusiaan untuk warga di jalur Gaza.

Salah satu kapal yang diserang adalah kapal Mavi Marmara. Di kapal tersebut terdapat 12 orang relawan WNI. salah satunya adalah mbak Santi. Berikut ini adalah artikel yang menceritakan tentang beliau. Sungguh, pribadi beliau membuat saya kagum dan salut.
Must Read!


REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Sebagai aktivis, sosok Santi Soekamto merupakan pribadi yang cerdas, seimbang antara pemikiran dan perbuatan, memiliki rencana-rencana dan segudang cita-cita. Namun, satu hal yang teristimewa dari sosok Santi adalah kepribadiannya yang cenderung kalem dan enggan bermain wacana, sebuah bentuk keistimewaan yang jauh dari karakter aktivis.