Perasaan itu terkadang seperti api, bisa menghanguskan walaupun asalnya hanya sebuah titil kecil. Perasaan terkadang bisa seperti air sungai, kadang tenang, kadang beriak. Perasaan itu bahkan bisa seperti hembusan angin sepoi-sepoi yang meyejukkan dan membuat kita terbuai.
Aku
hanya butuh pengendalinya.. Pengendali air,api,dan angin yang membuat
kesemuanya menjadi sesuatu yang menenangkan setiap saat.
Aku
butuh pengendali perasaan yang bisa benar2 membuat dada ini tak
berkecamuk oleh gemuruh2 aneh yang kadang bisa menggebu namun kadang
seakan melayu.
Aku butuh pengendali perasaan yang membuat jiwaku selalu stabil pada titik
kebijaksanaan.
Namun,
smpai detik ini aku masih sulit menemukannya, atau jangan2 aku tak
perlu mencarinya.. Ia bisa jadi ada di depan mata namun aku tak
mengenali bahkan menyadarinya.
Atau jika firasatku benar, justru
pengendali itu adalah sebongkah perasaan itu sendiri.. Perasaan untuk
mengendalikan perasaan. Apa lagi ini?