The Judger

Apa kau pernah sakit hati karena seseorang? kita tak sedang membicarakan sakit hati karena putus cinta atau seseorang yang kita sukai ternyata tak menyukai kita. Ah, itu semua hanya ilusi dunia.. sangat nggak penting dibahas di sini. Yang aku maksudkan sakit hati adalah karena ucapan menohok seseorang, yang sebenarnya bermaksud membenarkanmu, tapi yang ada bukannya kau benar, tapi kau malah 'bebal' karena terlanjur 'makan atiiii' karena ucapannya. Pernahkah ini semua menimpamu? Kalaupun tidak, its okay, kau beruntung, karena mungkin memang belum atau bisa jadi kau memang tak akan pernah mengalaminya.

Manusia memang tempatnya salah, bahkan dia bisa terlihat salah di hadapan oarng lain. Dan biasanya, orang yang menganggapnya salah itu akan berucap sesuatu yang kalau dia baik, berusaha membenarkan kesalahannya itu. 
Tapi, apa kau tahu, cara membenarkan kesalahan seseorang itu bermacam-macam. Bisa jadi, setiap orang punya cara tersendiri untuk menerima kebenaran atau nasihat dari oarng lain. Aku bahkan pernah ditanyai oleh seorang teman, "cara menasihati yang baik buatmu itu gimana?"

Bukan apa-apa, ia hanya ingin tahu aku suka dinasihati dengan metode yang seperti apa.. dia sahabat dekatku, yang pasti dia ingin agar aku dan dia sama-sama belajar menuju kebaikan bersama-sama. 
Dan kau tahu, aku suka dinasihati dengan cara apa? Aku lebih suka teladan. Atau minimal jika nasihat itu keluar dari mulut, maka yang aku harapkan ia keluar dari mulut seseorang yang di mataku ia berwibawa. Ia memiliki kharisma yang mampu membuatku mencontoh tingkah lakunya dan mematuhi ucapannya. Dan yang pasti ia mengucapakannya dengan ahsan
Pernah ada seorang teman, yang luar biasa kritisnya, dahsyat pokoknya, berkoar-koar dimana-mana. Aku salut dengannya. Ia keren dengan pengetahuan yang maha dahsyat mengkritisi setiap hal yang di matanya tak layak. Ya sumonggo, itu mungkin memang caranya mengungkapkan kebenaran. Ketika kebanyakan orang sendiko dhawuh maka ia lain, ia berbeda. Ia lebih memilih jalan memberontak. Mungkin itu bahasa ksarnya. 
Ia mengungkapkan segala yang menurutnya tak seharusnya terjadi dengan sangat gamblang, harusnya begini, harusnya begitu. Tapi, caranya sunggguuuhhhh "menyakitkan". Ini mungkin persepsiku. 
Kami yang menurutnya salah, bukannya nggak pengen benar. Kami mau diajak menuju sesuatu yang baik dan berubah kalo memang itu yang seharusnya. Tapi, apakah ia tak punya cara yang lebih baik?? Yang lebih lembut dan touching??
Yang keluar dari mulutnya malah terlihat seperti ucapan yang rasanya ingiiin kita bantah terus sampai ujung.. Sampai ia sendiri tak berani berkutik. 
Dan kalau sudah begitu, ia malah mengatakan kita semua tak mau maju. Maksudnya apa coba? haha.. aku mungkin terlihaat sakit hati. Tapi thats the fact guys!
Aku salut padanya, tapi judgementsnya malah berasa seperti ada pukulan tak terbantahkan yang manampar-nampar. Hingga akhirnya, aku juluki ia the judger.
Haha.. setelah ini siapa lagi korban makan atinya yaa? Semoga tak ada lagi korban yang berjatuhan hanya karena ucapannya.. :D
*no offense kawan!

1 comments:

Hanifah Rufa' Idah said...

sama siv, aku juga ngalamin :|

Post a Comment

nice person = nice comment