choosing the choice

karena hidup hanya berkutat pada pilihan-pilihan tanpa akhir dan setiap pilihan mengandung konsekuensi
tinggal apakah kita mau memilih menghadapinya atau malah kabur sekali lagi, bahkan untuk sebuah konsekuensi dari pilihan yang kita ambil pun mengandung sebuah pilihan untuk dihadapi atau tidak
karena pilihan tak pernah enggan menghinggapi perjalanan kehidupan manusia
kita mungkin membutuhkan kemampuan menghadapi konsekuensi, karena sejatinya kita tak boleh lari

tapi di atas itu semua, kita lebih membutuhkan sebuah feeling untuk memilih jalan yang membawa kita pada konsekuensi yang paling baik
kita membutuhkan 'furqon' agar kita tak salah pilih.. dan agar kita pun akan mampu menghadapi konsekuensi dari pilihan yang kita pilih itu
untuk sebuah konsekuensi terbaik agar kita tak pernah mengambil langkah meninggalkan atau mengabaikannya 

karena ia ada untuk kita hadapi

2 comments:

Raini Munti said...

suami saya blg raini kamu jgn bersembunyi dari hakikat =)

Hanifah Rufa' Idah said...

cipii, postingan kita bisa mirip :D

Post a Comment

nice person = nice comment