being mature

Ia bilang aku sudah dewasa sekarang. Ya, tak salah memang, usiaku memang sudah kepala 2. Tapi aku baru saja merasakannya.. baru juga beberapa bulan yang lalu. Aku selalu merasa kedewasaan masih sangatlah jauh dari diriku. Orang bilang, tua itu pasti, tapi dewasa itu pilihan. Benar. Aku belum memilih dewasa mungkin. Aku masih seperti ini. Aku masih kekanak-kanakan. Aku masih (merasa) kecil.
Ia bilang aku sudah dewasa sekarang. Sekali lagi, kata-kata itu tak mungkin bisa aku enyahkan begitu saja dari memori otakku. Ia bilang, mungkin sudah ada lelaki yang mulai mendekatiku. Ia memintaku menceritakan padanya. Karena hal itu pasti akan terjadi pada setiap wanita, apalagi yang mulai beranjak dewasa. 

Aku sungguh enggan melewati fase ini, atau aku bisa bilang untuk saat ini aku enggan. Sangat enggan. Rasanya aku ingin menarik diriku jauh dari hal-hal yang berbau asmara untuk saat ini. Aku mau mengatakan alasanku, aku belum cukup dewasa untuk hal ini. Atau lebih tepatnya, ini belum saatnya memikirkannya. 
Aku punya argumentasi, aku tak mau dan aku katakan belum saatnya karena memang caraku memandang hubungan yang ia maksud, pendekatan lawan jenis yang ia maksud dengan yang aku maksud sungguhlah berbeda. Sudut pandang yang berbeda ini seakan menjadi tebing pemisah antara aku dan apa yang ia maksudkan.
Tapi aku tak bisa memungkiri gejolak-gejolak rasa memang ada. Berlabuh dengan seenaknya di hatiku. Menggelayuti pikiran. Aku tak mau mengelak bahwa aku pernah merasakannya. Namun, apa yang ia katakan sebagai pendekatan orang lain terhadapku akan kusangkal dengan sangat kuat. Karena memang faktanya tak pernah ada peristiwa macam itu. Aku sendiri tak yakin mengapa hal itu tak pernah benar-benar terjadi padaku. Bisa jadi karena aku telah membuat semacam tembok tinggi yang menjadi citra bagiku di mata orang-orang yang dinamai sebagai lelaki, bahwa aku berprinsip. Prinsip yang tak bisa kulanggar seenaknya. Namun, tak ada yang tahu bahwa di balik prinsip yang aku agung-agungkan itu aku sedang berkecamuk dengan gelembung gejolak yang terus menerus memenuhi rongga pikiranku. Aku seakan baja di luar namun sebuah cairan koloid lembek di dalamnya. Bisa dibilang aku sebenarnya lemah, sangat.
Dan saat ini, yang kuinginkan adalah ada sebuah sinkronisasi antara pemikiran-pemikiran yang berbeda ini. Ada sebuah jalur yang selaras yang membuatnya bisa berjalan beriringan dan saling mendukung menuju arah yang pasti dan benar. Aku sedang mencoba mengarahkannya. Bisa jadi akan sangat susah karena yang terjadi adalah komunikasi yang tak maksimal, pesan yang diinginkan tak tersampaikan dengan baik. Sehingga pemahaman itu hanya ada pada satu pihak. Namun, aku tengah mengusahakannya. Walau untuk saat ini, langkah itu masih sangat minim dan nyaris tak nampak sama sekali. Inilah yang menjadi sebuah akibat dari ketidakdewasaanku kini. Aku memang tak cukup dewasa untuk bisa memaksimalkan penyampaian makna agar pemikiran kami selaras. Inilah yang selalu aku gaung-gaungkan di usiaku yang sudah menua ini. Aku belum cukup dewasa. Ia salah menilaiku, atau mungkin aku yang salah menunjukkan sikapku? 
Ini semua menjadi semakin rumit..

5 comments:

Hari Triardiyanti said...

terkadang kita punya prinsip yang orang lain tak memandangnya semacam itu...
saya juga sering ditanya tentang hal tadi... >jujur saya cuma bisa senyum<
kadang membuat orang bercoloteh >mmg orang berjilbab gak boleh paccaran ya mb<
kalau dia ktkn dikondisi yg tepat,,mgnk saya pun akn menjawab pnjang lebar... tpi saat itu saya cuma bisa >senyum<

nice blog...

Ulfarida Ma'rifati I said...

Rasanya seperti membca novel

ulfahuswatunhasanah said...

seng sabar seng sholihah.. :D

Raini Munti said...

ah aku ingat ketika memasuki masa 20tahun diusia ini aku baru memakai jilbab, saat itu aku merasa malu belum punya pacar hahah. masa single mmg slalu ign mcari pasangan mmg sdh fitrahnya skrg aku tlh mnikah dn merindukan masa single ah seandainya aku tdk mnikah. nah jd maksudku nikmati sj wktumu krn waktu it berharga lakukan yg perlu dlakukan, bila km py prinsip jalani prinsip itu dan yes pacaran is no bila km seorang muslim =D
plz kunjungi blog indogeria.blogspot dan komen ya tq

Sun said...

mba, lama g update, pst sdang sibuk
oya, ada hadiah kcil dsinihttp://ummuhilya.blogspot.com/2013/01/ngerjain-pr-dulu-ah.html
blh diambil jka berknan :)

Post a Comment

nice person = nice comment