Really Untitled

Kau tahu, kadang ada hal2 buruk yang kita terbiasa lakukan.
aku sungguh benci mengatakannya. tp hal2 buruk itu terus saja menghantuiku dan seakan ingin memakanku. Anehnya aku malah menikmatinya. Aku menikmati berada dalam keburukan. 
Hal2 buruk yang menjadi kebiasaan dan aku tersenyum karenanya.
aku sungguh tak ingin mengulanginya tapi hal2 buruk itu terus datang. (atau mungkin aku yg memanggilnya. entahlah)
aku kadang berharap aku tak menginginkannya.
aku berharap aku lupa.
tapi, nyatanya dia terus datang dan menawarkan apa yang dimilikinya.
terus sampai aku tak sadar dia sebenarnya ingin memakanku.
aneh. perasaan apa ini.
kacau dan makin runyam saja, karena aku makin tersedot ke dalam arus yang aku sendiri tak tahu apa..
dan sepertinya ketika aku semakin dekat aku baru tersadar bahwa sebenarnya di depan mataku kini ada
beberapa taring yang siap untuk menerkamku dengan sekuat tenaga..
mendesah.
kembali, susah.
berdiam diri, tak ada gunanya.
lalu aku harus bagaimana? maju, menambah penderitaan.
tak ada jalan lain. meskipun susah mungkin aku harus mencoba untuk mundur.. menghindari taring-taring tajam itu
berharap ada sebuah lift yang membawaku menuju masa lalu, semacam mesin waktu. Entahlah.

1 comments:

Yono said...

Hai siv...Ternyata kowe isih aktif neng blog toh.. ^^

Post a Comment

nice person = nice comment