Apa Kabarmu Wahai Diriku?

Orang cerdas itu adalah orang yang menghitung dirinya untuk sesuatu yang ada setelah mati. (H.R. Tirmidzi). 

Apa kabarmu wahai diriku? Rasanya sudah lama aku tidak menyapamu, menyetop langkahmu untuk sekedar bertanya dan mengingatkan batas-batas perjalanan hidupmu. Maka disini, saat ini, aku ingin bertanya padamu tentang banyak hal, karena perasaanku yang mulai terusik dengan hal-hal yang tidak patut untuk kamu lakukan. 

Wahai diriku, aku melihat sekarang kamu berubah, kamu memang tidak meninggalkan shalat, tapi shalat yang kamu kerjakan tidak memberi efek dan makna bagimu, terlalu banyak problem yang menggelayut dalam pikiranmu.
Terkadang aku sering menertawaimu dalam shalat, sebab shalat yang kamu kerjakan berlalu tanpa terasa. Puasa di bulan Ramadhanpun memang kamu kerjakan, namun sayang kamu puasa hanya untuk perutmu saja. Mata, telinga, hati tak mampu menahan godaan. Tilawahpun kamu sering mengabaikan. Begitu juga dengan ibadah-ibadahmu yang lain banyak yang tidak optimal, kamu mengerjakan hanya karena melepas kewajiban.

Wahai diriku aku sangat sedih, hari ini aku ingin bertanya, apa kamu sudah puas dengan prestasi amal-amalmu ini? Semoga jawabanmu tidak. Sebab ku berharap kau bisa berubah jadi lebih baik.

Itu adalah catatan yang ditulis oleh Mas Avi Raharjo, eks ketua Fariska 2008/2009. Beliau menautkanku atau bahasa facebooknya ngetag aku di catatan tersebut. Kebetulan aku lihat catatan itu pas banget dengan kondisiku saat ini, TRULY HIT HOME!!! mengena sekali. 

Kuharap catatan itu menjadi salah satu penyemangatku untuk jadi lebih baik dan lebih baik lagi. Amin.

8 comments:

RF4BI said...

bahan renungan yang luar biasa...makasih udah mau berbagi :)

Sivi said...

iya samasama :)

Suara Petualang said...

Tetap Semangat....

om rame said...

terima kasih atas sharenya, bermanfaat sebagai media pengingat dan motivasi bagi kita semua.

yuliani indri lestari said...

merenung, bertadabbur, bermuhasahah...
penting utk mlihat lbh dalam dan lbh jauh lgi apa yg slma ni sdh trjadi di dlm diri

lalu, mentaubati smua salah khilaf diri

Sivi said...

iya mbak indri.. insya Allah, muhasabah dan taubat... bismillah... ^^

Akoey said...

Mulai dari Judul sampai ending bagus sekali sekali. smoga bs sy jadikan pecut buat pribadi saya..
makasih udah share... :)

irdina said...

aku ga tau harus comments apa ;)

satu kalimat "aku beruntung nemuin posting ini"
;)

oia, di tunggu di blog sederhana aku, kunjungan kamu sahabat ( boleh aku memanggil mu dengan sebutan itu?)

Post a Comment

nice person = nice comment